INDONESIA GLASS FESTIVAL

Saat ini belum banyak yang mengenal Kaca sebagai media seni di Indonesia, padahal ribuan tahun yang lalu di wilayah Nusantara kala itu nenek moyang bangsa Indonesia adalah penghasil perhiasan manik-manik yang cukup dikenal dipenjuru dunia. Berangkat dari kecintaannya pada seni pengolahan kaca, seniman kaca asal Yogyakarta, Ivan Bestari Minar Pradipta bercita-cita untuk membangkitkan kembali minat masyarakat Indonesia untuk mengolah, memanfaatkan, dan berkesenian dengan media kaca, terlebih lagi setelah

menyaksikan realita bahwa sampah produk berbahan kaca di Indonesia telah menimbulkan masalah lingkungan yang baru. Oleh sebab itu dirinya pun mengambil inisiatif untuk menggelar satu kegiatan bertajuk Indonesian Glass Art Festival (IGAF) yang diharapkan dapat menjadi embrio awal olah kreatif utak-atik kaca di Indonesia, sekaligus mendukung upaya-upaya penyelamatan lingkungan dari limbah tak terurai. Indonesian Glass Art Festival (IGAF) adalah rangkaian kegiatan bertema olah kreatif kaca yang direncanakan digelar di

beberapa kota di Indonesia dan akan menjadi festival seni kaca pertama yang pernah diselenggarakan di Indonesia. IGAF sendiri telah mendapatkan dukungan dan terdaftar sebagai event dalam kalender International Year of Glass (IYOG) 2022 yang dicanangkan

oleh PBB (United Nations). Mengingat realita bahwa Seni Kaca di Indonesia belum banyak dikenal orang dan

pelakunya pun masih terbatas, maka diperlukan strategi dan upaya-upaya kolektif untuk menggerakkan perubahan ke arah yang diinginkan. Untuk itu, dalam pelaksanaannya puncak kegiatan IGAF akan digelar terlebih dahulu di awal rangkaian festival, yaitu di Yogyakarta, dengan judul kegiatan Gubah Kaca Nusantara. Dari sini diharapkan kegiatan dapat berlanjut di kota-kota lain yang diharapkan telah mendapat boosting impact dari kegiatan pertama

tersebut.